INFO AL-QADRI
  • 3 bulan yang lalu / Booth Al-Qadri pada Acara FESTIVAL RAKYAT BOJONGKULUR
  • 3 bulan yang lalu / Turut Berduka Cita atas Meninggalnya Bp. KH. Maimoen Zubair
  • 3 bulan yang lalu / Selamat Menunaikan Ibadah Haji 1440H
Ketentuan Ibadah Umrah

Ketentuan Ibadah Umrah

Oleh : alqadri.umrahhaji - Kategori : Tuntunan Umrah
2
Jun 2019
Untitled Document
 
KETENTUAN IBADAH UMRAH
   
1. HUKUM IBADAH UMRAH
  Ibadah Umrah ialah ibadah yang dilakukan dengan ber-ihram dari miqat, kemudian sampai di Masjidil Haram mengerjakan Tawaf, Sai, dan diakhiri dengan memotong rambut/ bercukur dilaksanakan dengan tertib.
  A. UMRAH WAJIB
    1). Umrah yang pertama kali dilaksanakan, disebut juga Umratul Islam
    2). Umrah yang dilakukan karena Nadzar
     
  B. UMRAH SUNNAH
    Ialah umrah yang dilaksanakan untuk yang kedua kali dan seterusnya dan bukan karena Nadzar.
       
   
2. WAKTU UNTUK MENGERJAKAN UMRAH
  Umrah dapat dilaksanakan kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang dimakruhkan (hari Arafah, Nahar dan Tasyrik ).
   
   
3. SYARAT, RUKUN DAN WAJIB UMRAH
  A. SYARAT UMRAH
    1). Islam
    2). Baligh (Dewasa)
    3). Aqil ( Berakal Sehat )
    4). Merdeka ( Bukan Budak )
    5). Istitha’ah ( Mampu )
    Bila Syarat-syarat diatas tidak terpenuhi, maka gugurlah kewajiban seseorang untuk umrah.
     
  B. RUKUN UMRAH
    1). Niat Ihram
    2). Tawaf Umrah
    3). Sa’i
    4). Cukur
    5). Tertib ( berurutan )
    Rukun umrah tidak boleh ditinggalkan, bila ditinggalkan maka umrah nya tidak sah.
     
  C. WAJIB UMRAH
    Berihram dari Miqat
    Wajib umrah ini adalah ketentuan yang bilamana dilanggar maka ibadah umrahnya tetap sah tetapi harus membayar Dam.
   
   
4. LARANGAN SELAMA IHRAM BAGI PRIA DAN WANITA
  A. LARANGAN KHUSUS BAGI PRIA
    1). Memakai pakaian berjahit yang membentuk seperti sarung ( kaos, kain sarung, celana)
    2). Memakai sepatu yang menutupi jari kaki, mata kaki dan tumit.
    3). Penutup yang melekat dikepala (peci dan sorban)
     
  B. LARANGAN KHUSUS BAGI WANITA
    1). Memakai sarung tangan dan penutup muka.
   
   
5. TATA CARA UMRAH
  A. MIQAT
    Miqat Makani ialah tempat yang dijadikan batas untuk memulai ihram. Jika sudah sampai di Miqat :
    1). Bersuci, Mandi dan berwudhu
    2). Memakai wewangian di badan
    3). Memakai pakaian Ihram
    4). Shalat sunah ihram 2 ( dua ) rakaat
    5). Niat Ihram: “Aku mengerjakan Umrah dan berihram dengannya, karena Alla Ta’ala”
    6). Dilanjutkan dengan memperbanyak membaca talbiyah hingga menjelang tawaf
     
  B. THAWAF
    Ialah mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 putaran ( Ka’bah selalu berada sebelah kiri) dimulai dan diakhiri pada arah sejajar dengan Hajar Aswad. Adapun macam-macam thawaf adalah sebagai berikut :
    1). Thawaf Qudum( Thawaf selamat datang )
    2). Thawaf Rukun( Thawaf yang dilakukan pada saat berihram baik umrah maupun haji )
    3) Thawaf Sunah(Thawaf yang bisa dilakukan kapan saja )
    4). Thawaf Wada’( Thawaf yang dilakukan pada saat akan meninggalkan Kota Makkah)
     
    SYARAT-SYARAT TAWAF:
– Suci dari hadast kecil maupun besar
– Menutup aurat
– Thawaf harus dilakukan dalam 7 kali putaran
– Memulai Tawaf harus dari Hajar Aswad
     
    TATA CARA THAWAF
    – Menuju ke Hajar Aswad. Arahkan telapak tangan kanan ke arah Hajar Aswad( visualisasikan seolah-olah menyentuhnya) sambil membaca “ Bismillahi Allahu Akbar”, kemudian mengecup Telapak tangan yang diarahkan ke Hajar Aswad tadi, lakukan 3x bila memungkinkan.
– Kemudian memulai thawaf umrah tujuh putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad pula.
– Apabila sampai di Sudut Rukun Yamani berhenti, dan memulai kembali dengan mengarahkan tangan,tidak mengecup tangan sebagaimana point awal diatas. Kemudian berjalan sambil membaca do’a ini bersama-sama sampai sudut hajar aswad :
“Robbana Aatina Fiddunya Hasanah Wafil AaKhiroti Hasanah Waqinaa ‘Adzaabannar”
“Wahai Tuhan kami! Berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari siksa api Neraka.” (HR. Abu Dawud dengan sanad sahih).
– Setelah thawaf, menutup kedua pundaknya, lalu menuju ke maqam Ibrahim Maqam Ibrahim atau bila memungkinkan di Hijr Ismail.
– Shalat sunnah thawaf dua rakaat di belakang maqam Ibrahim
– Setelah shalat, disunnahkan minum air zam-zam dan berdoa. sambil menghadap kiblat:
Allahumma innii as aluka ‘ilman naafi’an wa rizqan waasi’an wasyifaa an min kulli daa in wasaqamin birahmatika yaa arhamarraahimiin."
“Ya Allah, aku mohon kepadaMu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rizki yang luas dan sembuh dari segala sakit dan penyakit pikun dengan rahmatMu ya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
     
  C. SA’I
    Setelah meminum air zam-zam, Pergi ke Shafa naik keatasnya sambil menghadap Ka’bah, baca Tahmid dan Takbir 3 (tiga) kali sambil mengangkat kedua tangan, kemudian membaca do’a apapun yang diinginkan, ulangi dua atau tiga kali sesuai sunah Rasulullah Saw. Kemudian melakukan Sa’i sebanyak 7 kali antara Shafa dan Marwah, perjalanan dari bukit shafa ke bukit marwah dihitung satu kali dan dari bukit Marwah ke Bukit Shafa dihitung satu kali.
Melakukan Sa’i tidak harus suci dari hadast dan Sa’i hanya dilakukan apabila umrah, jadi tidak ada Sa’i sunah.
     
  D. TAHALUL
    Usai Sa’i, bertahallul (mencukur rambut) yang merupakan akhir dari proses ibadah umrah.
     
  E. TERTIB
    Ialah melaksanakan sesuai dengan urutan-urutan dan dilaksanakan dengan ketentuan hukum dan aturan yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadist Raslulullah Saw.
       
0 Komentar

INFORMASI PERUSAHAAN

PT QADR JAYA MANDIRI

SIUP 20/14.11/31.75/-1.858.8/e/2017
TDP 09.04.1.79.21002
NPWP 02.126.042.7-005.000
Jl. Bambu Batas No.10B. Pondok Bambu, Duren Sawit. Jakarta Timur - 13430

0822 46609991

(021) 2138 5171

PAKET KHUSUS/ PROMO

Umrah Promo 9 Hari, 30 November 2019
30 Nov 2019 - 8 Des 2019
PENDAMPING : Ustd. Drs. H. Ahmad Fadjrie M. Psi
JADWAL : 29 Feb 2020 - 8 Mar 2020